Agustus, Saat Tepat Nonton Sunrise Dari Punthuk Setumbu

Dilihat 431 kali
Keindahan sunrise dari Putuk setumbu Borobudur kabupaten Magelang di bulan Agustus

BERITAMAGELANG.ID - Bulan Agustus merupakan saat yang tepat untuk melihat sunrise dari daya tarik wisata Punthuk Setumbu Borobudur Kabupaten Magelang. Karena matahari akan berada tepat di tengah Gunung Merapi dan Merbabu. "Seperti lukisan anak-anak sekolah dasar, dimana ada dua gunung dan ditengahnya ada matahari bersinar. Itulah gambarannya," kata Cemplon (29) salah satu pemandu wisata di Punthuk Setumbu, Rabu, (5/8/2020).


Menurut Cemplon, keindahan sunrise dari Punthuk Setumbu setiap bulan berbeda-beda. Ia menyebutkan, pada bulan Desember maka matahari akan muncul dari timur selatan pada pukul 05.15 sampai 5.30 wib. "Paginya juga lebih cepat," katanya.


Masuk tanggal 20-21 di bulan Maret dan di tanggal yang sama bulan September, bayangan matahari pada pukul 12.00 wib, pas garis lurus dengan candi Borobudur. "Jadi bayangan kita pada pukul 12.00 wib di tanggal 20-21 Maret dan September, tidak kelihatan karena pas garis lurus," imbuh Cemplon.


Namun, saat masuk bulan Juni sampai Agustus, pergeseran matahari ke arah utara. Sehingga saat sunrise bisa pas di  tengah Gunung Merapi dan Merbabu. "Hal ini berlangsung sampai akhir Agustus," katanya.


Menurut Cemplon yang kelahiran Punthuk Setumbu, bila matahari bergeser ke arah utara maka tandanya memasuki musim kemarau. Sedangkan kalau bergeser ke arah selatan berarti masuk musim penghujan. "Memang saat ini menjadi bulan paling bagus untuk melihat sunrise," ucapnya.


Namun di bulan Maret, September dan Desember, pemandangan sunrise kadang tertutup kabut tebal. Padahal di bulan itu juga merupakan bulan bagus melihat sunrise. "Kalau bulan ini tidak terlalu berkabut, sehingga bila memotret candi Borobudur seolah candi itu seperti di atas awan. Untuk membidik dengan view Menoreh juga agak bersih. Hanya saja kabut kadang menutup gunung Merapi dan Merbabu," kata Cemplon yang memiliki nama asli Fitnasih.


Cemplon memberikan tips bagi wisatawan atau fotografer bila ingin melihat sunrise yang bagus, dengan cara melihat malam. "Bila malam hari terlihat banyak bintang di langit dan cerah, maka sudah bisa dipastikan sunrise akan bagus. Namun kalau malam hari tidak banyak bintang dan terlihat mendung, maka sunrise juga susah. Pokoke titenane bengi (pokoknya patokannya malam-red)," kata Cemplon.


Sementara itu, sejak Punthuk Setumbu kembali dibuka pada 27 Juli lalu, jumlah wisatawan yang berkunjung semakin bertambah. Menurut Ketua pengelola Punthuk Setumbu, Nuryazid, rata-rata pengunjung sebanyak 125 orang. Sedangkan saat weekend jumlahnya bertambah mencapai 200 orang.


Pihaknya tetap menerapkan protokol kesehatan bagi setiap pengunjung yang datang, yakni dengan cek suhu tubuh, cuci tangan, jaga jarak baik untuk pengunjung dan pengelola.

Untuk tiket tanda masuk di masa pandemi Covid-19 ini, masih tetap yakni Rp. 20 ribu untuk wisnu dan Rp. 50 ribu untuk wisman.

Editor Slamet Rohmadi

0 Komentar

Tambahkan Komentar