Ada Trans Borobudur Yang Siap Membawa Penumpang Keliling Borobudur

Dilihat 138 kali
Trans Borobudur yang siap membawa penumpang keliling Borobudur

BERITAMAGELANG.ID - Menjawab kebingungan penumpang BRT Trans Jateng jurusan Kutoarjo-Borobudur, para pengusaha travel yang tergabung dalam Trans Borobudur menyediakan angkutan dengan rute destinasi wisata. Mereka menyediakan armada untuk membawa penumpang yang ingin berwisata ke Candi Borobudur dan obyek-obyek wisata lainnya.


Sekretaris Trans Borobudur, Nurudin mengatakan, Trans Borobudur merupakan alternatif angkutan bagi warga yang ingin 'piknik' ke destinasi-destinasi wisata seputaran Borobudur. Mereka membantu penumpang Bus Rapid Transit (BRT) Trans Jateng yang masih kebingungan mencari angkutan bila hendak berwisata.


"Sejak Trans Jateng beroperasi, banyak penumpang yang bingung bila hendak berwisata di seputaran candi. Banyak diantara mereka yang hanya turun ke terminal Borobudur kemudian balik lagi menuju Purworejo atau Kutoarjo," ujarnya.


Bahkan ada penumpang asal Kebumen yang akhirnya memutuskan tetap menggunakan sepeda motor, lantaran tidak memiliki pandangan tentang angkutan, yang akan membawa ke destinasi-destinasi wisata setelah turun dari Trans Jateng. "Akhirnya kami berinisiatif untuk menyediakan angkutan alternatif bagi penumpang Trans Jateng," kata Nurudin didampingi beberapa anggota Trans Borobudur.


Untuk sementara ada 12 armada yang tersedia, dengan dua rute yang di bagi menjadi rute A dan B. Untuk rute A melayani Terminal Borobudur-Candi Borobudur-Rumah Kamera- Balkondes Majaksingi-Balkondes Ngargogondo-Desa Bahasa/taman Kelinci-Ladon Island-Balkondes Candirejo-Candi Pawon/Kopi Luwak-terminal Borobudur.


Untuk rute B melayani Terminal Borobudur-Candi Borobudur-Balkondes Borobudur-Svarga Bumi-Puthuk Setumbu-Gereja Ayam-Terminal Borobudur.


Nurudin menjelaskan, untuk tarif setiap kali angkutan sebesar Rp. 6 ribu/penumpang. "Jadi jauh dekat tetap Rp 6 ribu. Misal hanya ingin ke Candi Borobudur, tarifnya Rp 6 ribu, kemudian dari Borobudur mau ke Svarga Bumi tetap Rp 6 ribu. Atau penumpang hanya ingin ikut keliling tanpa turun juga tarifnya sama. Sistemnya Drop and Pick Up. Kita tidak menunggu penumpang yang sedang ke destinasi, karena nanti ada armada lain yang beroperasi," jelasnya.


Menurut Nurudin, pihaknya saat ini sedang proses mengajukan ijin ke Dinas Perhubungan. Pihaknya menangkap peluang usaha ini, karena diyakini ke depannya penumpang akan bertambah seiring dengan ditunjuknya  Borobudur sebagai destinasi super prioritas.


Disisi lain, agar para pengusaha travel ini tetap memiliki penghasilan di tengah pandemi Covid-19.


Bendahara Pembantu Kantor Layanan BRT Trans Jateng Koridir Borobudur-Kutoarjo, Yulianto membenarkan, pihak Trans Borobudur sudah meminta ijin untuk membuka trayek dari termkinal ke destinasi wisata Candi Borobudur dan sekitarnya. "Namun kewenangan ada di Dishub Kabupaten Magelang. Kami tidak memiliki kewenangan itu," kata Yulianto yang juga pengawas BRT Trans Jateng koridor Borobudur-Kutoarjo.


Marni, salah satu penumpang asal Brengkel Purworejo saat ditemui di halte Trans Jateng Borobudur mengaku bingung setelah turun dari bus. Ia hendak menuju candi namun tidak tahu naik angkutan apa. "Akhirnya kami berempat naik andong ke candi," katanya.


Hanya saja, pulang dari candi ia masih bingung karena tidak adaa angkutan yang membawa lagi ke terminal. Beruntung ada angkutan barang Tossa yang baik hati memberi tumpangan kembali menuju ke terminal Borobudur.

Editor Slamet Rohmadi

0 Komentar

Tambahkan Komentar